Hidup berkomunitas merupakan suatu yang hakiki dalam panggilan hidup kita sebagai religius. Komunitas merupakan medan penting bagi penghayatan hidup bakti. Kita telah mengalami betapa penting peran komunitas bagi panggilan hidup kita, namun kita sadari pula bahwa tidak mudah untuk membangun komunitas yang penuh kasih.
KOMUNITAS KASIH
Komunitas ini terbentuk dari berbagai macam pribadi, namun disatukan oleh Kasih Ilahi. Hal ini menuntut dari setiap pribadi kesetiaan dan kreatifitas untuk tetap berada dalam kebersamaan, persaudaraan dan kesatuan, serta rasa tanggungjawab. Setiap orang menyumbang sikap hati yang tulus dalam berbagi hidup, pengertian dan saling membantu. "Semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama" (Kis 2:44). Demikian juga kita dengan terbuka mengungkapkan pergumulan, kesulitan, penderitaan, keterpurukan, kelemahan, sakit, keletihan, yang kita alami kepada sesama saudara.
Membangun relasi yang sehat dan harmonis merupakan hal yang penting dalam hidup bersama. Kadang dijumpai pribadi-pribadi yang membangun relasi hanya dengan orang tertentu saja. Relasi seperti ini sering menimbulkan konfilk dan luka-luka batin. Relasi yang bercorak eksklusif akan menimbulkan keterpecahan dalam hidup bersama. Yang satu akan merasa tersisih sementara yang lain mendapat tempat istimewa. Adapun kenyataaan lain dalam hidup bersama adalah dua sisi yang bertentangan diri manusia seperti kesedihan dan kegembiraan, cinta dan egoisme, kepercayaan dan kecurigaan, penghargaan dan irihati, kebebasan dan keterikatan, persaudaraan dan individualisme. Dua sisi yang bertentangan ini dapat menimbulkan konfilk dan ketumpuhan dalam hidup bersama. Konflik itu misalnya, sikap permusuhan dan balas dendam. Kelumpuhan hidup bersama misalnya, sikap kurang berani mengubah diri sendiri, cenderung menuntut orang lain berubah, melemparkan kesalahan pada orang lain. Untuk megatasi pelbagai kerapuhan dalam hidup bersama dibutuhkan sikap pengampunan yang tanpa batas. Pengampunan yang menghidupkan yang menjadikan setiap pribadi sebagai diri yang dicintai dan berharga sekalipun dalam kelemahan.
"SEMOGA KEBERSAMAAN KITA DAPAT MENJADI PANCARAN KASIH ALLAH YANG NYATA, BAIK ANTARA KITA DALAM KOMUNITAS MAUPUN UNTUK ORANG-ORANG DI SEKITAR KITA."

